Jumat, 04 November 2011

The Rocking Boys From Mataram

Awal tahun 2000 silam, di Yogyakarta musik beraliran Pop ala Jikustik dan Sheila On 7 memang sedang naik daun. Terlebih Sheila On 7, sebuah Band lokal Yogyakarta yang mengawali berkuasanya industri rekaman mainstreem (major label-red), bisa mengatur selera musik masyarakat. Akibatnya, demam Sheila-pun terasa dimana-mana.
Kehadiran Grup Band “Tomstone” di berbagai ajang musik di Yogyakarta dengan mengusung lagu-lagu ala The Roling Stones, Bob Dylon, BB King, Aerosmith dan lainnya, menjadi sangat antik dan aneh. Keberadaan Tomstone yang keseluruhan personelnya adalah mahasiswa asal Mataram yang sedang menempuh kuliah di Yogyakarta tersebut, seperti hendak melawan arus.

Kesenian Suling Dewa, Pemanggil Hujan

Di masa lampau ketika musim kemarau berkepanjangan, masyarakat Lombok Utara, khususnya di wilayah Kecamatan Bayan, memiliki tradisi dan ritual unik untuk mendatangkan hujan, mereka memainkan kesenian Suling Dewa.
Biasanya, kesenian ini dilakukan oleh pemimpin adat bersama-sama dengan warga dusun, lengkap dengan pakaian tradisional, melakukan ritual mohon hujan.

Tradisi Nyongkolan, Pengumuman Pengantin Resmi Menikah

Satu lagi tradisi khas Suku Sasak-Lombok yang penuh dengan kearifan budaya lokal, serta memiliki makna lebih luas sebagai sarana untuk menjalin tali silaturahmi antar masyarakat, yakni Tradisi Nyongkolan.
Nyongkolan sendiri, adalah sebuah prosesi yang dilakukan oleh sepasang pengantin usai melaksanakan upacara perkawinan. Dengan mengenakan busana adat yang khas, keluarga pengantin laki-laki, juga ditemani oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, beserta sanak saudara, mereka berjalan keliling desa menuju kediaman keluarga pengantin perempuan untuk berkunjung.

Gili Kondo, Potensi Wisata Ujung Timur Pulau Lombok

Selain obyek wisata tiga Gili (pulau kecil-red) di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, yang sudah lebih dahulu dikenal akan keelokan alam dan pemandangan bawah lautnya. Di Kabupaten Lombok Timur ternyata juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah menariknya. Satu diantaranya adalah Gili Kondo, Desa Labuh Pandan, Kecamatan Sambelia.